wedangan-cangkir-blirik-solo-tempo-dulu

Tempat Nongkrong Dengan Konsep Wedangan di Solo

Jalan-jalan ke Solo rasanya kurang lengkap kalau tidak mencoba sesuatu yang menjadi bagian dari masyarakat Solo. Kota Solo sangat identik dengan wedangan, sebuah warung makan sederhana yang biasanya terdapat di pinggir jalan. Di Jogja wedangan lebih dikenal dengan nama angkringan

Seiring perkembangan jaman, wedangan kini tidak cuma tersedia di pinggiran jalan. Saat ini di Solo semakin banyak tempat nongkrong sejenis cafe yang mengusung konsep wedangan. Tempat nongkrong ini memiliki space seperti cafe-cafe pada umumnya, namun menu yang disajikan adalah menu-menu tradisional seperti yang disajikan wedangan-wedangan konvensional

Karna konsepnya adalah sebuah cafe, harganya biasanya sedikit lebih mahal namun masih terhitung murah. Menu yang disajikan juga lebih bervariasi. Di Solo, tempat-tempat semacam ini menjadi salah satu tongkrongan populer di kalangan anak muda

Berikut ini adalah beberapa tempat nongkrong di Solo yang memiliki konsep perpaduan antara cafe dan wedangan

  1. Omah Lawas
    Wedangan omah lawas memiliki konsep wedangan sambil menikmati suasana rumah jaman dulu. Wedangan ini memiliki area yang cukup luas dan memiliki beberapa ruangan. Ada ruangan khusus untuk lesehan, ada ruangan yang diperuntukkan bagi keluarga yang dilengkapi dengan sebuah televisi. Halaman depan ini sendiri dibuat ala-ala cafe outdoor dengan meja bundar dengan atap payung

    omah lawas

    Wedangan Omah Lawas

    Wedangan ini terletak di Jl. Dr.Supomo no. 55. Wedangan yang mulai buka jam 5 sore ini tak pernah sepi pengunjung. Karna lokasinya yang luas dan bisa menampung hingga ratusan orang wedangan ini juga cukup sering dijadikan tempat untuk kopdar beberapa komunitas di Solo atau komunitas nasional yang kebetulan mengadakan acara di Solo. Untuk menu, wedangan Omah Lawas menyajikan berbagai menu tradisional khas Solo ditambah beberapa menu minuman spesial

  2. Rumah Nenek
    Jika kamu berencana berlibur k Solo dan menjadikan Kampung Batik Laweyan sebagai destinasi liburan kamu, jangan lupa untuk mampir ke wedangan Rumah Nenek. Wedangan ini berada di kompleks Kampung Batik Laweyan tepatnya di jalan Sidoluhur nomor 58. Rumah Nenek juga mengusung konsep vintage

    Wedangan-Rumah-Nenek-2

    Wedangan Rumah Nenek

    Suasana Jawa sangat terasa di wedangan Rumah Nenek. Bangunan yang digunakan untuk wedangan ini berbentuk rumah Joglo yang merupakan rumah adat Jawa. Menu yang disajikan disini juga merupakan menu-menu yang biasanya dijumpai di wedangan-wedangan konvensional ditambah beberapa variasi lain, termasuk minuman. Yang unik, wedangan Rumah Nenek ini menyajikan minuman dalam ukuran gelas jumbo. Isi gelas tersebut kira-kira cukup untuk mengisi 3 gelas berukuran kecil

  3. Wedangan Pendopo
    Konsep wedangan yang satu ini benar-benar unik. Memanfaatkan status kota Solo sebagai kota budaya, wedangan ini mengusung konsep super vintage yang sarat akan kehidupan tempo dulu. Begitu memasuki tempat ini kamu akan langsung dibawa ke waktu beberapa puluh tahun ke belakang. Semua yang ada disini serba vintage. Mulai dari bangunan hingga meja dan kursi

    pendopo solo

    Wedangan Pendopo

    Untuk semakin menimbulkan kesan vintage, ruangan di Wedangan Pendopo dihiasi dengan berbagai benda masa lalu seperti radio analog, alat musik jawa dan berbagai hiasan lain. Ada juga hiasan dinding berupa foto-foto yang menampilkan berbagai merk jaman dulu. Kabarnya, wedangan ini juga menjadi langganan pemkot Solo. Jika ada acara-acara tertentu wedangan ini “disewa” oleh pemkot untuk menyajikan hidangan khas rakyat Solo. Wedangan ini berada di jl Srigading I No 7, Turisari, Mangkubumen. Dekat mall Solo Paragon

  4. Tiga Tjeret
    Tiga Tjeret menjadi salah satu tempat nongkrong favorite di Solo karna lokasinya berada di tengah-tengah. Wedangan ini berada di depan kraton Mangkunegaran, dan dekat dengan pasar Triwindu sehingga cukup strategis. Konsep tempat ini benar-benar mirip cafe

    Café-Tiga-Tjeret

    Wedangan Tiga Tjeret

    Bangunan wedangan ini terdiri dari dua lantai. Menu yang disajikan disini juga tidak jauh berbeda dengan wedangan-wedangan pada umumnya. Kap lampu yang digunakan pada wedangan ini terbuat dari bahan botol plastik bekas. Di wedangan ini juga ada beberapa karya lukisan, mural hingga sketsa karya anak-anak muda Solo sehingga tempat ini juga sering dijasikan tempat nongkrong anak-anak kreatif di kota Solo

  5. Playground
    Sebelum menjadi Playground tempat ini dulunya bernama D’Badran. Entah berganti manajemen atau bagaimana, tempat ini kemudian berganti nama menjadi Playground. Operator wedangan adalah Tiga Tjeret sehingga konsepya tidak jauh berbeda dengan wedangan Tiga Tjeret yang ada di depan Mangkunegaran. Lokasi wedangan ini berada di dekat lapangan Kota Barat tepatnya di Jl. Kenanga 163, Badran, Purwosari

    playground-3

    Wedangan Playground

    Sedikit berbeda dengan Tiga Tjeret, di Playground terdapat beberapa komputer yang bisa digunakan untuk bermain game bagi anak-anak. Fasilitas Wi-Fi juga tersedia di tempat ini. Area di wedangan ini juga cukup luas sehingga cocok untuk kopdar komunitas. Beberapa komunitas di Solo juga sering melakukan kopdar disini. Fyi, saat ini Playground sedang nge-hits di Solo

  6. Cafedangan
    Dari namanya sudah bisa ditebak kalau tempat ini adalah cafe dengan konsep wedangan. Di Solo ada dua Cafedangan. Salah satunya berlokasi di kompleks stadion Manahan tepatnya disamping lapangan tenis. Nongkrong di tempat ini juga merupakan pilihan menarik saat liburan ke Solo. Apalagi lokasinya berada di Manahan yang merupakan tempat favorite anak-anak muda Solo menikmati soreMenu yang disajikan di wedangan ini juga merupakan menu-menu rakyat yang sering dijumpai di wedangan-wedangan konvensional. Bangunan di wedangan ini juga terdiri dari dua lantai namun lantai atas tidak digunakan sebagai cafe. Melainkan sebuah aula yang biasanya disewa untuk acara-acara seminar skala lokal

    Sumber Klik Disini

About the Author

Profile photo of dolanbareng

By dolanbareng / Administrator, bbp_keymaster

Follow dolanbareng
on Dec 02, 2015

No Comments

Leave a Reply